
Setiap hari, Pak Dede memikul gerobak cilor seberat itu sejauh 5 hingga 7 kilometer, berkeliling dari satu perkampungan ke perkampungan lain, bahkan mendatangi sekolah-sekolah demi mencari pembeli. Sebelumnya, Ia sempat merantau ke kota untuk berjualan cilok, berpindah dari satu tempat asing ke tempat lain demi sesuap nasi. Perjalanan panjang yang ditempuhnya setiap hari bukan hal ringan bagi tubuh yang semakin lelah dimakan usia.

Perjuangan Pak Dede tidak selalu berjalan mulus. Pernah satu saat, saat sedang berjualan, Ia terjatuh bersama gerobaknya. Beban di pundaknya terlalu berat. Seluruh adonan yang sudah disiapkan pun tumpah ke jalan, kotor dan tidak bisa dijual lagi. Kerugian yang dialami cukup besar. Pak Dede terpaksa harus mencari modal dari awal lagi hanya untuk bisa kembali berjualan esok harinya.
Belum selesai sampai di situ, cobaan lain datang menghampiri. Kompor yang digunakan Pak Dede bocor hingga mengeluarkan api dan menyemprotkan minyak panas ke tubuhnya. Kulitnya terluka akibat cipratan minyak itu. Karena luka tersebut, Pak Dede terpaksa berhenti berjualan untuk sementara. Demi bisa makan di hari-hari sulit itu, Ia harus meminjam kepada tetangga.

Di balik semua rasa lelah dan luka itu, ada satu doa yang terus dipanjatkan Pak Dede, yaitu doa untuk kesembuhan putri tercintanya, Silvi. Ia lahir dengan kondisi disabilitas yang membutuhkan terapi rutin agar bisa tumbuh dan beraktivitas layaknya anak-anak lain. Namun, penghasilan Pak Dede yang sangat minim, bahkan kadang hanya cukup untuk makan sehari-hari, membuat terapi Silvi kini terpaksa terhenti. Padahal Pak Dede juga ingin anaknya bisa sekolah dan beraktivitas seperti anak-anak seusianya.

Pak Dede adalah contoh ayah hebat yang tak pernah menyerah meski cobaan hidup berkali-kali menerpa. Kini, ia berada di titik yang semakin sulit. Kita adalah salah satu harapan terakhir bagi Pak Dede dan anaknya. Yuk ulurkan tangan, bantu Silvi dapatkan kesempatan buat terus berjuang mengobati kondisi keterbatasannya, sekaligus membantu Pak Dede agar bisa bangkit melalui modal usaha yang layak. Bantu secara nyata dengan cara:
