
Dengan penghasilan hanya 600 ribu rupiah per bulan sebagai guru honorer, ia tidak hanya mengurus empat anak biologisnya, tetapi juga mendirikan dan mengelola Panti Asuhan Cahaya Qolbun Salim, merawat puluhan anak yatim.

Pak Tedi adalah sosok luar biasa yang menunjukkan keteguhan dan pengabdian dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Kemuliaanya dalam memelihara yatim mencerminkan betapa besar tekad dan komitmennya.
Dengan penghasilan yang sangat terbatas, perjuangan Pak Tedi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yatim benar-benar mencerminkan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa.

Mengelola kehidupan anak-anak di panti dengan kondisi finansial yang serba kekurangan pasti merupakan tantangan yang besar.
Tindakan Pak Tedi bukan hanya soal menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga komitmen moral dan emosional.
Meski ia mungkin tidak memiliki banyak uang, Pak Tedi kaya akan cinta dan kasih sayang yang ia berikan kepada anak-anak asuhnya.

Keberanian dan ketekunan Pak Tedi adalah bukti bahwa seseorang bisa membawa perubahan besar meskipun dalam situasi sulit.
Kisahnya menginspirasi banyak orang untuk melihat melampaui keterbatasan materi, mengingatkan kita bahwa dukungan dan cinta adalah hal yang paling berharga.
Situasi di Panti Asuhan Cahaya Qolbun Salim, di mana puluhan anak hanya makan mie instan, tidur tanpa kasur, dan menggunakan selimut dari sarung atau karpet, sangat memprihatinkan.
Hal ini menunjukkan betapa besar tantangan yang dihadapi Pak Tedi dalam mencukupi kebutuhan dasar anak-anak yatim yang ia asuh. Kondisi ini menegaskan pentingnya dukungan dan perhatian masyarakat untuk meringankan beban yang dihadapi panti asuhan tersebut.
Kamu bisa bersedekah dengan cara:
![]()
Menanti doa-doa orang baik