
Ngojol dengan motor yang disewa 30k/hari. Penghasilannya nggak menentu tergantung ada penumpang atau tidak, hal ini ia lakukan demi anak-anaknya gak makan mie instan saban hari.

Namun, ada kisah mengharukan di tengah keterbatasan itu. Pak Rijan memilih mengabdikan hidupnya untuk merawat 36 anak yatim di panti yang ia dirikan. Sudah 5 tahun berjalan sejak Pak Rijan terpanggil hatinya untuk secara nyata mengulurkan tangan pada anak-anak yatim yang terlantar.
Semua bermula dari kenyataan pahit yang dilihat Pak Rijan saat hari raya Idul Fitri. Di saat orang-orang sedang berbahagia, makanan melimpah dan baju baru dikenakan. Ia melihat ada 1 anak yatim waktu itu yang jangankan beli baju, makan saja kesusahan.

“Teriris hati saya lihatnya, malu sama Allah, dan akhirnya saya mendirikan sebuah panti.” ungkap Pak Rijan dengan sedih.
Seluruh kebutuhan panti dipenuhi dari penghasilan harian Pak Rijan yang sangat minim. Kadang mendapat 40ribu atau 50ribu sehari. Dari penghasilannya itu, nyatanya satu makanan harus dibagi rata ke semua anak. Sedangkan kalau sepi pelanggan atau hujan, bahkan penghasilannya nggak bisa menutupi harga sewa motornya.
Usaha beliau untuk menafkahi anak-anak yatim ini menemui banyak pengalaman miris. Motor sewaannya sering mogok atau ban-nya bocor saat membawa penumpang, sedangkan di dompet Pak Rijan benar-benar kosong, belum ada uang yang didapat. Ia hanya bisa pasrah dengan keadaan yang serba kesulitan itu.
Sudah sekeras itu Pak Rijan berusaha untuk mencukupi kebutuhan anak-anak yatim di panti. Tapi kehidupan mereka masih jauh dari kata layak. Lantai yang dingin tempat anak-anak tidur menjadi saksinya, tidak ada kemewahan bisa berbaring di atas tempat tidur. Fasilitas lain pun benar-benar seadanya. Anak - anak ini hanya bisa menerima keadaan mereka yang serba kekurangan.

Pendidikan mereka juga terancam hilang karena tidak ada biaya. Pak Rijan berusaha mengajarkan mereka dengan kemampuannya yang terbatas. Mengajari dan membimbing mereka dengan tulus. Tapi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal masih jauh dari genggaman anak-anak ini. Fasilitas untuk menunjang pendidikan juga sangat terbatas.

Kini, perjuangan Pak Rijan tidak bisa lagi ditanggung seorang diri. Anak-anak yatim terlantar yang ia asuh sangat membutuhkan bantuan lebih. Orang Baik, hari ini kita bisa menjadi bagian dari harapan mereka. Bantuan yang kita berikan bisa membantu ringankan perjuangan Pak Rijan sekaligus memenuhi kebutuhan anak-anak yatim yang beliau rawat dengan penuh kasih. Mari sisihkan sebagian rezeki terbaik kita. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi mereka. Yuk bantu secara nyata dengan cara:
